suara dan opini

Thursday, July 3, 2014
0 comments

Janji Jokowi 1 Muharam Hari Santri Bertentangan dengan Islam Rahmatan Lil Alamin

9:19 PM

Jokowi menjanjikan kepada Santri untuk menjadikan 1 Muharram sebagai Hari Santri. Politisi PKS Fahri Hamzah menjadi bulan-bulanan di media sosial karena mengkritik janji Jokowi itu.

Kamis (3 Juli 2014) kemarin, Azizudin Abadurrahman, cucu pendiri NU, KH Hasyim As'ary mengatakan bahwa penetapan 1 Muharram sebagai hari santri, bisa bertentangan Islam yang rahmatan lil alamin. Sebab, 1 Muharam milik seluruh umat Islam-tidak hanya milik santri-dan telah ditetapkan sebagai Tahun Baru Islam, bahkan sudah menjadi hari libur nasional. Lihat RMOL untuk beritanya.

Penulis setuju dengan pendapat Pak Azizudin Abdurrahman tersebut. 1 Muharram adalah Tahun Baru Hijriyah atau Tahun Baru Islam. Hari itu adalah milik semua umat, bukan hanya milik santri sehingga penetapannya sebagai Hari Santri penulis pandang kurang elok. Penetapan suatu tanggal menjadi hari tertentu tidak bisa dilakukan asal-asalan. Alasan penetapan tanggal tersebut untuk dinisbatkan pada sesuatu harus jelas apakah karena alasan historis atau alasan apa. Untuk Hari Santri sendiri, apabila memang pihak Santri menghendaki, harus dicari tanggal yang memiliki keterkaitan dengan santri entah tanggal itu dipercaya sebagai tanggal dibukanya pesantren pertama di Indonesia atau merupakan tanggal yang spesial untuk Santri karena pada tanggal tersebut ada kegiatan santri yang dilakukan secara serentak di seluruh Nusantara.

Penulis menganggap janji penetapan 1 Muharam sebagai Hari Santri itu hanya sebatas janji politik belaka seperti yang juga dikemukakan oleh Pak Azizudin Abdurrahman. Janji politik yang diucapkan hanya dengan tujuan untuk menarik simpati dan dukungan. Janji politik yang sebenarnya apabila dinalar terlalu mudah diucapkan tanpa dilandasi alasan yang kuat.

0 comments:

Post a Comment

 
Toggle Footer
Top