suara dan opini

Monday, January 12, 2015
0 comments

Berita Dukungan Petisi Penolakan Budi Gunawan di Kompas.com

9:49 PM


Kompas.com memberitakan mengenai dukungan terhadap petisi penolakan Budi Gunawan sebagai Calon Kapolri yang diajukan oleh Presiden Jokowi dalam beritanya berjudul "Pak Presiden, Saat Kampanye Janji Memilih Orang Berintegritas, tetapi Sekarang...".

Petisi dengan judul "Jokowi, Jangan 'Menutup Mata' dalam Memilih Calon Kapolri!" itu digagas Koordinator Divisi Hukum dan Peradilan Indonesia Corruption Watch Emerson Yuntho. Jokowi diminta memunculkan kembali "Hoegeng" baru sebagai kapolri selanjutnya.

Petisi tersebut berisi permintaan agar Jokowi menarik kembali surat yang sudah disampaikan kepada DPR tentang pencalonan Budi Gunawan sebagai kapolri. Jokowi juga diminta melibatkan KPK, PPATK, dan Komnas HAM untuk memberi masukan mengenai rekam jejak para calon kapolri.

Jokowi juga diminta membuka diri terhadap masukan dari semua pihak, termasuk masyarakat dan media mengenai rekam jejak para calon.

Berikut tiga tuntutan dalam petisi tersebut:

1. Menarik kembali surat yang disampaikan kepada DPR pada 9 Januari 2015 berkaitan dengan proses seleksi calon Kapolri. Penarikan surat ini harus dianggap sebagai bentuk koreksi terhadap langkah Jokowi yang terburu-terburu dalam menetapkan calon tunggal Kapolri.
2. Melibatkan atau mengundang KPK, PPATK dan Komnas HAM untuk memberikan masukan mengenai rekam jejak para calon Kapolri.
3. Membuka diri terhadap masukan dari semua pihak termasuk masyarakat dan media mengenai rekam jejak para calon Kapolri.

Ayo dukung petisinya!

0 comments:

Post a Comment

 
Toggle Footer
Top